Abaikan Surat Peringatan, Ratusan Bangli Digusur

Kilasdepok.com – Sebanyak  200 bangunan liar (bangli) milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Cipayung, tepatnya Jembatan Serong ke arah Cipayung Jaya kembali ditertibakan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok.

Penertiban dilakukan untuk mengembalikan lahan fasilitas umum (fasum), agar bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Kepala Satpol PP Depok, Lienda Ratnanurdiany mengatakan, pembongkaran paksa dilakukan karena tiga kali surat teguran ditambah surat perintah bongkar yang dilayangkan pihaknya ke PKL dan pemilik bangli tidak juga diindahkan.

“Dalam surat teguran dan surat perintah bongkar yang kami layangkan, mereka kami minta tidak berjualan karena menutup pedestrian jalan dan badan jalan. Sebab hal itu melanggar aturan berupa Perda Depok,” katanya.

Dengan penertiban ini diharapkan sepanjang kawasan Kali Licin menjadi ramah bagi pejalan kaki dan tidak lagi macet parah. “Sebab pedestrian adalah hak pejalan kaki dan kami ingin menjamin itu,” jelas dia

Selain itu, keberadaan PKL hingga ke badan jalan kerap menjadi sumber kemacetan. Namun lapak dan bangunan berdiri di atas fasos fasum yang dilarang untuk berjualan.

“Mereka dianggap melanggar PerdaKota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum). PKL dan bangunan liar yang kami tertibkan karena mereka berada di atas pedestrian jalan dan bahkan beberapa diantaranya menggunakan bahu jalan,” jelas dia.

Sebelumnya kata dia, pihaknya sudah melayangkan surat teguran pertama sampai ketiga ditambah surat pemberitahuan pembongkaran ke para pedagang pemilik lapak PKL dan bangli.

“Namun mereka tidak mengindahkannya dan tetap berjualan diatas fasos fasum. Sehingga terpaksa kami tertibkan,”katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *