Cegah DBD, Pemkot Depok Sosialisasikan Satu Rumah Satu Jumantik

Kilasdepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya dalam menangani kasus Demam Berdarah (DBD). Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Dalam pelaksanaannya, setiap rumah diharapkan memiliki satu jumantik agar upaya pencegahan dapat maksimal.

“Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik sudah berjalan sejak tahun 2005. Sebelumnya, gerakan tersebut hanya dilakukan beberapa rumah saja. Namun, saat ini dimaksimalkan dengan satu Jumantik setiap rumah,” ujar Walikota Depok, Mohammad Idris usai membuka acara Sosialisasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik di aula lantai 1 Balai Kota Depok, Rabu (20/02/19).

Idris mengatakan, dalam mensukseskan kegiatan tersebut, tentunya harus ada sinergitas antaralurah, camat dan masyarakat. Dengan begitu, diharapkan dapat menurunkan angka penderita DBD di Kota Depok

Menurutnya, untuk memaksimalkan gerakan tersebut, masyarakat diimbau menerapkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Program 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang). Selain itu juga giat melakukan aksi bersih bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Di  tahun 2016 kasus DBD mencapai 2827, sedangkan pada 2017 mencapai 535 kasus, 2018 mencapai 892 kasus dan Januari 2019 meningkat sampai 504 kasus dan ini baru dibulan Januari. Dan tentunya kami berharap angkanya terus berkurang,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Novarita menuturkan, untuk pencegahan DBD harus dilakukan dengan penerapan PSN dan 3M Plus. Mengingat, belum ada obat yang dapat mencegah penularan penyakit DBD.

“Karena belum ada obatnya, masyarakat harus menerapkan PSN dan 3M plus, ditambah dengan adanya Jumantik disetiap rumah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *