Hardiknas, Siswa Berprestasi di Depok Dapat Penghargaan

Kilasdepok.com – Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Depok 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan sejumlah penghargaan kepada segenap siswa sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang ditorehkan.

Pemberian penghargaan langsung diberikan oleh Walikota Depok, Mohammad Idris usai melakukan upacara Hardiknas di Lapangan Balaikota Depok, Rabu. (02/05/2018)

Beberapa siswa yang mendapatkan penghargaan yaitu, Fayanna Ailisha Davianny, dari SMP Islam Dian Didaktika yang menjadi juara satu dalam Asian Story Writing Challenger (ASWC) tahun 2018 dan Boy Nikcolas Bryan Siahaan dari SMPN 5 Kota Depok, juara tiga dalam kejuaraan karate tingkat Asia Timur.

“Diharapkan, menjadi stimulus pelajar lainnya untuk meningkatkan kualitas mereka,” ujar Walikota Depok, Mohammad Idris usai memberikan pengharagaan.

Selain itu, Idris juga mengapresiasi sejumlah peningkatan pendidikan di Kota Depok. Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana hingga berbagai prestasi yang ditorehkan para pelajar, baik di level nasional maupun internasional.

“Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, program Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan dengan baik, partisipasi di sekolah sebesar 100 persen. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kota Depok juga dinilai progresif. Di tingkat SD, APK Siswa sebesar 108 persen dari 100 persen di tahun sebelumnya. Adapun tingkat SMP, yang sebelumnya 80 persen tahun ini meningkat menjadi 91,3 persen,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin menjelaskan, penambahan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan pihaknya dengan membangun gedung baru untuk SMPN 22, SMPN 24, dan SMPN 26. Tahun ini, diharapkan tiga SMP lainnya bisa diselesaikan, yaitu SMPN 21 yang akan dibangun di Kelurahan Cinere dan SMPN 23 di Kelurahan Harjamukti. Sementara untuk SMPN 25 Kota Depok, akan diupayakan membeli lahan kosong di sekitar Kedaung atau Cinangka.

“Untuk SD, tidak ada SD yang menumpang, jumlahnya sekitar 273 sekolah. Jumlah tersebut, berkurang karena dilakukan penataan pada dua sekolah yang berada di satu area halaman, menjadi satu manajemen kepemimpinan kepala sekolah. Misalkan di SDN 1 Pondok Cina 1 dengan SDN 4 Pondok Cina, digabung menjadi SDN 1 Pondok Cina,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *