Kelola TPA Cipayung, DLHK Libatkan Peneliti

Kilasdepok.com – Dalam upaya mengelola sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok melibatkan peneliti guna membuat kajian yang hasilnya bisa digunakan dalam merekayasa volume sampah di TPA Cipayung.

 “Kami menggandeng peneliti, agar bisa melakukan rekayasa dengan teknologi yang ramah lingkungan,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, di Balai Kota, Senin (25/02/19).

Dikatakannya, tahun 2018 untuk indeks risiko TPA Cipayung masih di ambang 450. Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, menetapkan kategori tinggi berada di angka 600 ke atas.

“Sebenarnya kita masih aman di angka 450, tetapi jika tidak dikelola, kita bisa menyentuh angka 600. Nah, sebelum sampai ke situ, kita coba kelola. Kami wajib menggandeng peneliti karena sampah itu menggandung gas metan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa,” ucapnya.

Ety menyebut, kajian dilakukan mulai tahun ini, sebagai persiapan sebelum Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Nambo, Kabupaten Bogor, beroperasi.

“Kajian ini merupakan persiapan kami, sebelum Nambo beroperasi, antara tahun ini atau tahun depan, kami masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Setelah beroperasi, kajian siap, baru kita mulai rekayasa pengelolaan TPA Cipayung,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *