Ormas Wanita Diharapkan Ikut Sukseskan Program Ketahanan Keluarga

Kilasdepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Kepemimpinan Bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Wanita se-Kota Depok guna peningkatan ketahanan keluarga di Wisma Hijau, Cimanggis, Kamis (09/08/2018).

“Jadi ibu-ibu yang hadir disini adalah sebagai duta yang nantinya akan mendapatkan materi tentang kelembagaan secara yuridis atau tertib administrasi secara pemerintah. Karena berserikat adalah hak setiap warga Indonesia yang tidak boleh dibendung namun semuanya diatur oleh Negara,” ucap Walikota Depok, Mohammad Idris saat membuka secara resmi acara Bimtek Kepemimpinan Bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Wanita di Wisma Hijau, Cimanggis, Kamis (09/08/2018).

Menurutnya, Keberadaan ormas di suatu wilayah, merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan program-program unggulan kepada masyarakat. Oleh karenanya, peran ormas wanita sangatlah penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga di Kota Depok.

“Untuk itu, kami pemkot berharap ibu-ibu dapat berperan aktif dalam masyarakat untuk hal ketahanan keluarga. Karena kita sudah punya perda tentang ketahanan keluarga dan kita juga punya program unggulan diantaranya adalah kota ramah keluarga,” ujarnya.

Idiris menambahkan, dengan merangkul ormas, sedikit demi sedikit program ketahanan keluarga dapat terealisasikan. Sebab, organisasi wanita memiliki peran yang erat dalam membangun ketahanan keluarga. Salah satunya di tengah-tengah keluarga yang merupakan idola dari anak dan suami.

Selain itu, lanjut Idris, keberadaan ormas wanita merupakan wujud kesetaraan gender. Dengan begitu, wanita dapat melakukan hal yang sama dengan laki-laki dalam mewujudkan program Pemerintah Kota Depok. Maka, sudah saatnya organisasi memainkan perannya dalam membantu dan mensukseskan program Pemerintah Kota Depok

“Terima kasih kepada panitia penyelenggara dari Kesbangpol yang secara rutin setiap tahun melaksanakan kegiatan ini.  Meski terbatas para pesertanya tetapi ini diharapkan sebagai event training for trainer sehingga nanti ibu-ibu yang hadir saat ini bisa menyampaikan kepada anggotanya yang mungkin masing-masing jumlah 1000-5000 orang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *