Pemkot Depok Kembali Gelar I’tikaf Eksekutif

Kilasdepok.com – Mengisi malam Ramadan ke-21, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali menggelar kegiatan Itikaf Eksekutif II yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Balai Kota, Selasa. (06/06/2018)

Tidak hanya ASN, jajaran pejabat Pemkot, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), para pimpinan Perangkat Daerah (PD), baik dinas, kecamatan, dan kelurahan juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut. Termasuk lembaga vertikal seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dan badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok.

Seperti biasanya, para jamaah menamatkan bacaan Alquran (khatam) yang dilakukan secara berkelompok usai pelaksanaan shalat tarawih. Selain itu, para jamaah juga kembali diberikan tausiah yang disampaikan langsung oleh Walikota Depok Mohammad Idris. Setelah istirahat, acara dilanjut dengan salat malam, sahur bersama, dan ditutup Salat Subuh berjamaah.

“Program iktikaf merupakan bagian dari pengembangan karakter ASN di bulan Ramadan,” kata Walikota Depok Mohammad Idris di sela rehat,Selasa (05/06/2018).

Idris juga berharap, program iktikaf dapat memotivasi para ASN mengisi Ramadan dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk itu, dirinya menginginkan agar iktikaf menjadi program yang berkelanjutan.

Walikota Depok, Mohammad Idris Saat Memberikan Kajian Kepada Jamaah (06/06/2018)

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri mengungkapkan, Khataman Alquran ini sebagai upaya mengisi Ramadan dengan ibadah-ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, memotivasi para pejabat untuk menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitar

Dikatakannya, usai Tarawih, para jemaah dibagi ke dalam sepuluh kelompok. Setiap tim mendapatkan tugas untuk membaca tiga juz, sesuai yang diinstruksikan panitia. Selain itu, imbuhnya, terdapat satu ustaz yang akan mengatur dan mengoreksi bacaan para jemaah.

Para ASN (peserta itikaf) Bersama Pembimbing Sedang Melakukan Khotmul Quran

“Misalkan kelompok satu harus mengkhatamkan juz satu sampai tiga, begitu pun seterusnya. Kita baca secara serempak, dengan alokasi waktu maksimal satu jam,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *