Pemkot Depok Musnahkan Ribuan Miras

Kilasdepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pagi tadi memusnahkan sebanyak 3.101 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek di lapangan Balaikota Depok, Selasa. (15/05/2018)

Barang bukti tersebut merupakan  hasil razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok dan Polisi Resort Kota (Polresta) Depok sejak Januari sampai Mei 2018. Dan pada pemusnahan tersebut, Kapolres dan Wali kota Depok, Mohammad Idris terlihat menaiki alat berat dan menggilas ribuan botol miras.

“Minuman beralkohol ini adalah salah satu persoalan penyimpangan social yang kita dapatkan dari masyarakat, ini sesuatu yang paling genting karena minuman beralkohol ini bisa berdampak pada hal-hal yang tidak diharapkan,” ujar Walikota Depok, Mohamad Idris usai lakukan pemusnahan minuman keras.

Kapolres dan Walikota Depok, Mohammad Idris menaiki alat berat dan menggilas ribuan botol miras.

Selain itu, lanjut Idris, pemusnahan minuman keras merupakan komitmen kehidupan beragama, sesuai dengan salah satu visi kota Depok yang mengedepankan nilai-nilai religius. Dan kegiatan ini dilaksanakan untuk menyambut bulan Ramadan, agar masyarakat khusyuk menjalankan ibadah puasa.

“Kami Pemerintah terntunya berharap masyarakat dan seluruh pihak menjadi ujung tombak dalam control social terhadap peredaran minuman beralkohol di daerah masing-masing. Mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini tidak kita dapatkan hal-hal seperti ini walaupun kita tidak berhenti melakukan pengawasan dan control seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto menyebutkan, dari 3.101 botol miras yang dimusnahkan, merupakan hasil razia dari 11 kecamatan di Depok dan juga gabungan hasil sitaan dari Polresta Depok. Miras tersebut, terpaksa diamankan karena tidak memiliki izin edar dari pihak terkait.

“Ada 3.101 botol minuman keras yang dimusnakan dengan cara dibuldoser meliputi, 708 botol dari Polres dan Polsek serta 2.393 botol dari Satpol PP. Dengan nilai Rp 155 juta,” jelasnya.

Yayan menjelaskan, pemusnahan ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Kegiatan operasi miras, kata Yayan, akan tetap dilaksanakan selama bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri. “Agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk,” pungkas Yayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *