Perusahaan di Depok Diimbau Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Kilasdepok.com – Bedasarkan peraturan daerah atau peraturan Walikota tentang perizinan usaha, Walikota Depok, Mohammad Idris mengimbau kepada pemilik perusahaan yang berdiri di Kota Depok, untuk mengutamakan atau mengakomodir tenaga kerja lokal ber-KTP Depok.

Hal tersebut dilakukan, guna menekan angka pengangguran di Kota Depok yang terus diupayakan berkurang jumlahnya setiap tahun. Karena, tercatat saat ini warga KOta Depok sudah mencapai 2,1 juta jiwa.

“Saat ini Pemerintah Kota Depok telah mewajibkan perusahaan yang baru melakukan perizinan, untuk mengutamakan tenaga kerja dari Depok. Terkecuali perusahaan eksisting, Pemerintah Kota Depok hanya memberikan imbauan,” ujarnya, usai menghadiri pelaksanaan Bursa Kerja 2018 , di D’mall, Margonda, Senin (26/03/2018).

Idris menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok telah membuat perjanjian kesepahaman (MoU), oleh beberapa perusahaan baru untuk mengutamakan tenaga kerja warga Kota Depok. Tercatat, saat ini sudah 80 persen tenaga kerja teknis terserap pada perusahan yang sudah sesuai dengan perizinan.

“Di Kota Depok sendiri, memang paling banyak tenaga teknis, sedangkan tenaga profesional kurang lebih 20 persen yang sudah terserap di perusahaan,” jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa perusahaan sudah memenuhi ketentuan pelibatan warga lokal sebagai karyawan. Termasuk di antaranya, Rumah Sakit Bunda Aliyah yang baru saja berdiri di Kota Depok.

“Pemerintah Kota Depok akan melakukan pemantauan ke setiap perusahan. Seperti halnya Rumah Sakit Bunda Aliyah, memiliki target 90 persen menggunakan tenaga kerja Kota Depok. Saat ini sudah mencapai 80 persen,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *