Sekolah Ramah Anak Diharapkan Jadi Solusi Tekan Kasus Kekerasan

Kilasdepok.com – Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang mengacu pada hasil survei International Center for Research on Women atau ICRW tahun 2017, sebanyak 84% anak Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Dan angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan beberapa negara lainnya, seperti Vietnam 79%, di Nepal 79%, di Kamboja 73%, di Pakistan 43%.

“Untuk mengatasi kekerasan tersebut, kami Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengembangkan Konsep Sekolah Ramah Anak sebagai upaya dalam melindungi anak dari kekerasan,” ungkap Walikota Depok Mohammad Idris saaat menghadiri kegiatan Deklarasi Sekolah Ramah Anak Kota Depok Tahun 2018 di Aula Lt. 10 Gedung Dibaleka. (02/04/2018)

Lebih lanjut, Idris menjelaskan bahwa tidak hanya sekadar sarana-prasarana yang disiapkan untuk anak-anak kita. Tetapi juga kurikulum berbasis perlindungan terhadap anak, hak-hak anak, dan juga tentunya program-program keseharian. Sehingga program Sekolah Ramah Anak ini khusus berupaya mencegah kekerasan pada anak di sekolah.

“Definisi Sekolah Ramah Anak yaitu sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam aspek-aspek kehidupan yang terencana dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Untuk itu, kami Pemkot Depok menginginkan sekolah yang dapat melakukan berbagai upaya secara menyeluruh mulai dari pengelolaan kurikulum, proses pembelajaran lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan peran sekolah dalam bersinergi dan membangun komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan yang berkualitas bagi tumbuh kembangnya anak sehingga dapat memberikan potensi bagi kualitas pengembangan Kota Layak Anak di Kota Depok,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *