Terkait Jalan GDC, Ini Tanggapan Walikota Depok

Kilasdepok.com – Maraknya laporan warga terkait jalan rusak di Grand Depok City (GDC) disambut baik oleh Walikota Depok, Mohammad Idris. Saat ditemui usai sholat tarawih di Masjid Al- Huda Beji, (Selasa, 14/05/2019) Idris menjelaskan bahwa jalan GDC belum sepenuhnya milik Pemkot Depok hanya dari wilayah Pasar Pucung sampai Kantor Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan.

“Jadi, sisanya dari Pemadam Kebakaran sampai ujung Jalan Kartini Raya, masih dimiliki pengembang. Namun, Pemerintah sudah berkoordinasi dengan pengembang, dalam waktu dekat mereka akan melakukan perbaikan jalan dan betonisasi,” ujarnya.

Idris menjelaskan, Pemkot tidak hanya meminta perbaikan jalan dilakukan namun juga dengan drainasenya karena sering kali terjadi banjir ketika hujan deras turun.

“Kami minta juga agar drainasenya dibangun, termasuk perbaikan jembatan serta pembangunan lapak berjualan bagi pedagang kaki lima di sana. Apalagi, rencananya pengembang juga akan membangun pusat perbelanjaan di sana,” ujarnya.

Selain itu, Idris mengungkapkan, untuk saat ini Pemkot Hanya bisa melakukan pemeliharaan dengan cara ditambal menggunakan aspal. Sedangkan untuk 2020 Jalan GDC akan dilakukan pengerasan menggunakan cor beton. Sehingga saat digunakan jalan itu tidak mudah rusak, meski dilalui kendaraan besar.

“Sekarang pemkot hanya bisa melakukan perbaikan kecil, dan hanya di aset milik Pemkot. Kalau belum milik Pemkot, kami belum bisa lakukan perbaikan. Tetapi, kami akan melakukan koordinasi dengan pengembang supaya Jalan GDC diperbaiki,” tuturnya

Dirinya menambahkan, penyerahan aset tahap pertama itu baru dilaksanakan bulan Juli 2018, sehingga anggaran perbaikan jalannya belum dapat terpenuhi. Pemkot Depok sendiri baru mengusulkan anggaran perbaikan Jalan GDC di 2019 dengan total anggaran Rp 40 miliar. Untuk pelaksanaan perbaikan, kata Mohammad Idris, akan dilakukan pada tahun 2020 nanti.

“Perbaikan dalam skala besar baru bisa kami laksanakan di tahun 2020. Jalan yang diperbaiki adalah dua jalur, jadinya mencapai 5,4 kilometer. Satu jalurnya anggaran Rp 20 miliar, kalau dua jalur bisa Rp 40 miliar,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *